Hadapi AEC, KOMAHI UMY Siap Memimpin Optimalisasi Peran Mahasiswa

January 5, 2015, oleh: Editor

7099Mea
Dewasa ini, perhatian seluruh elemen masyarakat tengah terfokus pada isu ASEAN Economic Community (AEC). Liberalisasi perdagangan kawasan Asia Tenggara yang melibatkan seluruh anggota ASEAN (Association of South East Asia Nation) ini nantinya akan menyuguhkan atmosfer rivalitas yang kental antar negara, baik dari segi politik, sosial, terlebih ekonomi. Hanya negara yang memiliki persiapan yang matang lah yang akan bertahan sebagai pemenang. Karenanya, peran masyarakat sebagai pihak yang secara langsung akan merasakan dampak AEC kelak ketika ia mulai diberlakukan, tidak bisa dinggap sepele. Bukan hanya pemerintah, masyarakat pun dituntut untuk mengetahui AEC sedini mungkin agar nantinya mampu meningkatkan daya saing di lingkungan kawasan yang sudah terintegrasi. Dan sebagai agent of change, disini lah beban moral yang ada di pundak mahasiswa Indonesia untuk bisa menyosialisasikan AEC terhadap masyarakat luas.
Hal ini nampaknya disadari betul oleh segenap pengurus Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAHI UMY). Terbukti dengan beberapa agenda yang bertujuan menyosialisasikan AEC di lingkungan terkecil –kampus, red-, hingga lingkungan yang lebih luas. Salah satunya adalah mengadakan forum diskusi terbuka yang mengundang mahasiswa-mahasiswa HI UMY pada khususnya, agar lebih mengenal dekat isu AEC. Forum diskusi terdekat dijadwalkan pada tanggal 8 Januari 2015, dengan mengambil tema “Signifikansi Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi ASEAN Community 2015”.
“KOMAHI UMY sebagai pusat aspirasi, informasi, dan kreativitas mahasiswa HI UMY memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan awareness akan adanya AEC ini kepada teman-teman HI pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Nantinya, kami berharap, tingginya kesadaran masyarakat akan berjalan in line dengan kontribusi mereka terhadap celah-celah peluang yang bisa Indonesia peroleh dalam persaingan ini.”, tegas Ghiffary Yusuf Muhammad Arsyad, salah seorang Badan Pengurus Harian (BPH) KOMAHI UMY.
Menurutnya, upaya optimalisasi peran mahasiswa tersebut tidak hanya sebatas sosialisasi melalui forum diskusi semata. Bersama jurusan HI UMY sendiri, KOMAHI UMY secara aktif mendukung program-program pembekalan softskill yang diperuntukkan untuk mahasiswa HI UMY.
“Banyak hal, mulai dari training kepenulisan ilmiah, teknik negoisasi melalui Diplomatic Course, dan lain-lain. Kami memandang pembekalan softskill ini adalah bentuk upaya dalam mengoptimalkan peran mahasiswa dalam menghadapi AEC nantinya.”, tambahnya.
AEC adalah arena pertarungan manusia-manusia berkualitas. Karenanya, ketika mahasiswa sudah kaya softskill, mereka akan selalu bisa melihat AEC sebagai suatu peluang, bukan lagi sebuah tantangan. (diah)