Bambang Wahyu: Peneliti Bukan Peramal
Seorang peneliti dalam menyimpulkan suatu masalah berbeda dengan peramal. Perbedaannya terletak pada mekanisme menanggapi suatu masalah. Jika seorang peneliti menemukan suatu masalah maka dia akan melihat suatu masalah dengan teliti lalu akan mengumpulkan semua kemungkinan dan menarik suatu kesimpulan dari masalah tersebut. Bukan seperti peramal yang melihat masalah lalu memberikan kesimpulan untuk kepuasan seseorang semata.
Hal ini diungkapkan oleh Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) Bambang Wahyu Nugroho, S.IP., M.A. saat mengisi kegiatan Pelatihan Persiapan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) didanai tahun 2014 yang diselenggarakan Fisipol Research Club (Fresh Club), di Ruang Sidang Perpustakaan UMY, Sabtu (15/12).
Bambang menjelaskan bahwa seorang peneliti dapat menggambarkan suatu hal yang rumit dan penuh kompleksitas menjadi suatu hal yang simpel dan mudah dipahami, walaupun posisi peneliti disini bukan sebagai pesulap.
“Jika kita melihat pena, yang kita lihat suatu hal simpel akan tetapi dalam pembuatan pena tersebut terdapat suatu kompleksitas yang rumit dan sangat dahsyat. Sebagai peneliti kita harus bisa menciptakan atau menyuguhkan suatu kerumitan tersebut menjadi hal yang simpel dan mudah dipahami orang lain,” jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa setiap sesuatu yang dilakukan sekecil apapun itu membutuhkan keseriusan walaupun hal tersebut hanya sebuah permainan.
“Yang perlu kita pahami bahwa main-main pun membutuhkan keseriusan seperti bermain futsal misalnya kita harus serius supaya terciptanya suasana permainan futsal atau seorang anak yang main masak- masakan membutuhkan keseriusan walaupun sang anak tersebut tahu itu cuma main-main tapi dia sangat serius melakukannya. Begitu juga penelitian harus serius dalam melakukannya,” tegasnya.
Bambang menambahkan bahwa penelitian merupakan tugas mulia suatu universitas yang harus diemban oleh seluruh civitas akademika kampus.
“Dalam Tri Dharma Universitas yaitu pengajaran dan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Di sini penelitian menjadi penting karena termasuk tugas mulia bagi dosen ataupun mahasiswa di suatu universitas dan di Indonesia untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat yangmana di Eropa atau Barat tidak ada, di sana tugas universitas hanya pengembangan pengajaran dan penelitian” jelasnya. (syah/fikar)