Dorong Inklusivitas Kampus, Prodi HI UMY Adakan Seminar GEDSI

October 10, 2025, oleh: Editor

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) mengadakan Seminar bertajuk “Representasi dan Partisipasi Bermakna: Penanaman Nilai GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) di Lingkungan Kampus” pada Kamis (09/10). Acara ini berlangsung di ruang Amphitheater Pascasarjana UMY dan menghadirkan narasumber Dra. Endah Setyowati, M.Si., M.A. dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Dalam paparannya, Endah mengajak peserta untuk memahami isu disabilitas sebagai bagian dari berkehidupan yang setara dan utuh. Menurutnya, setiap manusia memiliki keterbatasan fisik seiring bertambahnya usia. “Disabilitas bukan soal mereka yang lain, tapi tentang kita semua sebagai manusia,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bahwa GEDSI merupakan isu interseksional yang saling berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, dan budaya.

Endah juga menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pelopor inklusivitas. Ia menjelaskan bahwa setiap universitas wajib memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual sebagai bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai GEDSI. “Kesadaran saja tidak cukup. Kampus harus bergerak untuk  kebijakan yang konkret dan berpihak,” tambahnya.

Ketika sesi tanya jawab berlangsung, banyak peserta yang menyinggung berbagai isu seperti bagaimana implementasi GEDSI di lingkungan kampus hingga tantangan bagi penyandang disabilitas di kampus. Beberapa peserta juga menanyakan hal-hal terkait antisipasi dan advokasi kekerasan seksual di lingkungan kampus. Menanggapi hal itu, Endah menegaskan bahwa advokasi tidak berhenti pada diskusi semata.

“Omon-omon itu bagian dari advokasi, tapi harus dilanjutkan dengan tindakan nyata dan kebijakan yang berpihak,” tegas Endah.

Acara ini juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk melihat sejauh mana kampus telah menerapkan nilai inklusivitas. Selain itu peserta juga diajak untuk memahami bahwa perubahan sosial dimulai dari kesadaran individu.

Melalui seminar ini diharapkan dapat memperkuat komitmennya UMY sebagai kampus yang inklusif dan berkeadilan. Nilai-nilai yang dibangun GEDSI diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat terwujud melalui kebijakan dan fasilitas yang ramah bagi seluruh pihak.


Penulis : Surya Kukuh