Dosen HI UMY Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi dalam Isu Ketahanan Pangan
Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BKLN) Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) dengan tema “Mencari Terobosan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Strategi Kemitraan Komprehensif dan Kolaborasi Praktis” pada Kamis (11/12).
Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah dan akademisi untuk membahas penguatan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Muhammad Takdir, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI, serta Spica A. Tutuhatunewa, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI.
Sebagai narasumber, hadir Arie Kusuma Paksi, Ph.D., Dosen Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), M. Wahyudin, S.T.P., M.Sc., Ph.D. (Universitas Gadjah Mada), serta Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam Pemaparannya, Muhammad Takdir menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan tidak dapat dibangun secara parsial, tetapi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar aplikatif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UMY berkomitmen mendorong kontribusi akademik dalam perumusan strategi dan kebijakan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Penulis : Surya Kukuh
Berita terkini
- HI UMY Gelar Yudisium Periode IV 2025/2026, 26 Mahasiswa Dinyatakan Lulus
- Peraih IPK Tertinggi Yudisium HI UMY Sampaikan Pesan Reflektif tentang Perjalanan Pendidikan
- Dubes Bangladesh untuk Indonesia Kupas Dinamika Hubungan Kedua Negara dalam Guest Lecture
- Pusat Studi Keamanan Internasional UMY Gelar Guest Lecture Bahas Transformasi Singapura Menuju Global
- Adakan Kunjungan ke UMY, Kementerian Luar Negeri RI Bahas Pentingnya Keprotokolan untuk Mendukung Diplomasi