Dubes Palestina: Muhammadiyah Berkontribusi Banyak untuk Kemerdekaan Palestina
Muhammadiyah sudah berkontribusi banyak untuk kemerdekaan Palestina, beberapa waktu yang lalu pimpinan Muhammadiyah Din Syamsuddin mengunjungi Palestina dan kami juga bangga pada Indonesia yang peduli akan kemanusiaan di Palestina. Dan terkhususnya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang memberikan dukungan pada Palestina kami ucapkan terimakasih.
Hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi dalam Seminar Nasional: Peran Indonesia Dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina di Ruang Sidang AR. Fachruddin A Kampus Terpadu UMY, Jum’at (30/11).
Fariz menerangkan bahwa Palestina bukanlah tanah yang dijanjikan untuk bangsa yahudi. “Palestina merupakan tanah dimana agama Tuhan yang satu bermula, baik itu yang dibawa Nabi Musa, Yaqub, Daud, Isa dan Muhammad. Dari tanah Palestina pula tercatat berbagai peristiwa penting terkait ketiga agama samawi (langit), jadi Palestina tidak bisa dikatakan tanahnya bangsa yahudi” terangnya.
Fariz juga menerangkan bahwa masalah Palestina-Israel bukan hanya masalah agama maupun keyakinan, tapi masalah kolonialisme model baru (neo-kolonialisme) yang lebih hebat dari kolonialisme terdahulu. “Masalah Palestina- Israel merupakan isu nomor satu di dunia, sehingga saya perlu tekankan bahwa masalah ini adalah bentuk kolonialisme model baru oleh Israel. Yangmana mereka (Israel) ingin menjalankan prinsip 3G (Gold, Glory dan Gospel) sebagai inti dari kolonialisme” terangnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika & Plh. Direktur Timur Tengah Kementrian Luar Negeri Indonesia Dr. Ratu Silvy Gayatri mengungkapkan bahwa peran Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina bukan masalah agama, akan tetapi Indonesia menjungjung tinggi nilai kemanusiaan dan anti terhadap kolonialisme. “Indonesia dari awalnya hingga hari ini mendukung kemerdekaan Palestina tidak lain karena Indonesia menolak segala bentuk penjajahan di atas bumi sebagaimana tertuang dalam UUD 1945” ungkapnya.
Ratu juga menambahkan bahwa ikatan antara Indonesia dan Palestina dapat dilihat dari tiga aspek. “Tidak dapat kita elakkan kedekatan Indonesia dan Palestina dapat kita temui di beberapa aspek, yaitu kedekatan sejarah, sosial budaya dan kedekatan agama yakni Islam. Ditambah lagi dengan kepedulian Indonesia terhadap Kemanusiaan, maka itulah yang menjadi dasar untuk memberikan bantuan ke palestina. Baik itu secara materil maupun moril” tambahnya.
Sedangkan pembicara yang terakhir yaitu Guru Besar Hubungan Internasoional UMY Prof. Dr. Tulus Waristo juga menekankan bahwa bantuan Indonesia kepada Palestina adalah bentuk dari kepedulian atas kemanusiaan dan penolakan atas segala penindasan. (syah)
Materi Seminar:
– H.E. Fariz Mehdawi-Duta Besar Palestina untuk Indonesia “The Past, Present, and Future of Palestina” [unduh materi ppt]
– Dr. Ratu Silvy Gayatri-Kementrian Luar Negeri Indonesia “Peran, Dukungan dan Kontribusi Indonesia atas Isu Palestina Israel” [unduh materi ppt] [unduh materi word] [unduh cv]
– Prof. Dr. Tulus Warsito-Guru Besar Hubungan Internasional UMY “Palestina-Israel dari Tinjauan Hubungan Internasional” [unduh materi ppt]