Ikuti Kuliah Umum, Mahasiswa HI UMY Antusias Mengkaji Politik Luar Negeri Indonesia
Seminar Nasional “Pandangan Dunia Internasional Terhadap Politik Luar Negeri Indonesia”.
Politik luar negeri Indonesia dari waktu ke waktu memiliki karakteristiknya masing-masing yang selaras dengan situasi dan kondisi perpolitikan global. Saat ini, dalam rangka menyeimbangi konstelasi politik dunia, politik luar negeri Indonesia lebih mengedepankan strategi soft-diplomacy. Hubungan people-to-people memiliki potensi besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di panggung dunia.
Hal ini menjadi topik inti dari acara seminar nasional “Pandangan Dunia Internasional Terhadap Kebijakan Luar Negeri Indonesia”, yang turut mengundang beberapa pembicara kompeten, antara lain Al-Busyra Basnur (Direktur Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Indonesia), Dafri Agussalim, MA (Akademisi UGM), serta Ratih Herningtyas, MA (dosen HI UMY), Kamis, 25 September 2014.
“Indonesia sebagai negara yang dikenal sebagai negara modern dengan toleransi dan demokrasi terbaik ketiga setelah AS dan India. Saat ini (Indonesia, red) sudah berperan aktif di ranah internasional yaitu dengan bukti ikut sertanya Indonesia dalam organisasi-organisasi internasional baik APEC, G20, ASEAN, dll. Ini membuktikan bahwa politik luar negeri Indonesia secara komperehensif cukup mempengaruhi konstelasi politik global”, tegas Al-Busyra Basnur dalam lawatannya ke Gedung AR. Fachruddin B, lt. 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) ini berlangusng cukup interaktif. Respon positif datang bertubi-tubi dari peserta seminar yang kebanyakan merupakan mahasiswa baru.
“Memasuki era pemerintahan baru, tentu sangat menarik mengkaji arah politik luar negeri Indonesia serta mengetahui bagaimana sebenarnya pandangan dunia internasional terhadap politik luar negeri tersebut”, tutur salah satu mahasiwa HI UMY angkatan 2014.
(diah, dini, anggi)
