Kajur HI UMY Pimpin Komite Juri Diskusi Ilmiah PNMHII XXIV
Ketua Jurusan Ali Muhammad, Ph.D. merupakan sosok yang disegani dalam bidang keilmuan. Hal ini dibuktikan dengan didaulatnya beliau untuk memimpin komite dewan juri diskusi ilmiah sebagai rangkaian acara Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia XXIV di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Konsentrasi beliau dalam kajian strategi dan keamanan dinilai tepat untuk menilai paper-paper yang masuk dalam panitia diskusi ilmiah.
Pada penyelenggaraan PNMHII tahun 2012 ini, UGM selaku tuan rumah mengangkat tema Upaya Resolusi Konflik dan Bina Damai di Asia Tenggara. Tema ini dinilai sangat relevan dengan konsentrasi beliau yang memfokuskan pada studi keamanan guna mewujudkan keamanan regional di Asia Tenggara. Di samping itu posisinya sebagai Kajur HI UMY juga merupakan posisi yang disegani dalam forum jurusan HI se-Indonesia.
Grand final diskusi ilmiah dilaksanakan hari Senin (26/11) pukul 09.00-15.00 WIB di Ruang Bulaksumur University Club UGM dengan diikuti 6 finalis dari 24 paper yang diterima oleh panitia. Dalam pengumuman finalis diskusi ilmiah pada upacara pembukaan PNMHII XXIV di Grha Sabha Pramana pada hari Ahad (25/11), panitia menyebutkan 6 finalis yang terpilih untuk mempresentasikan karyanya di depan dewan juri. “Adapun nama-nama yang kami sebut ini tidak berdasarkan peringkat, mereka yang lolos final diskusi ilmiah antara lain Universitas Negeri Jember, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Universitas Udayana, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Keenam finalis ini akan mempresentasikan karyanya dihadapan dewan juri dan mahasiswa HI se-Indonesia dalam forum diskusi ilmiah”, ungkap panitia materi.
Sebelum memulai penjurian, beliau sempat menyampaikan sambutan selaku ketua dewan juri kepada audiens forum diskusi ilmiah. “Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa HI dalam merespon permasalahan politik internasional, khususnya permasalahan di ASEAN. Harapannya kegiatan semacam ini dapat dilestarikan dalam kegiatan himpunan masing-masing. Dan kami sangat mengapresiasi atas kerja keras 6 finalis hingga dapat terpilih untuk melakukan presentasi”.
Selain Ali, terdapat dua juri yang lain yakni Drs. Agus Tarmidzi (Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste), dan Drs. Ahimsa Soekartono, M. A. (Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia). Forum yang berjalan selama kurang lebih 6 jam ini berlangsung dengan kondusif dan terkendali. Terkait dengan siapakah pemenang dari diskusi ilmiah ini, Ali menyatakan, “Kita lihat saja pada upacara penutupan!”. (Fikar)