Kuliah Umum HI UMY: Activating Democracy, Political Participation And The Fate Of Regime Change In Russia And Indonesia

Ketika berbicara tentang dinamika politik internasional, maka kita tidak akan pernah bisa lepas dari bahasan demokrasi. Perkembangan demokrasi sendiri menjadi perhatian khusus para ahli politik dalam menganalisa setiap isu-isu hubungan internasional kontemporer. Para ahli politik meyakini bahwa setidaknya ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan demokrasi di setiap negara; yakni tingkat perkembangan sosial-ekonomi, parlemen yang kuat, serta status negara-negara bagian. Semakin tinggi tingkat perkembangan sosial-ekonomi suatu masyarakat di suatu negara, penerapan demokrasi akan semakin massif pula. Hal ini dibuktikan oleh Rusia, terhitung sejak keruntuhan komunisme. Namun uniknya, Indonesia menempuh jalan yang menyimpang dari apa yang selama ini diyakini banyak pihak pada teori demokrasi tersebut. Demokrasi di Indonesia justru berkembang pesat disaat tingkat perkembangan sosial-ekonominya rendah.
Dengan mengambil study case sejarah demokrasi Rusia dan Indonesia, Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) kembali menggandeng American Institute for Indonesia Studies (AIFIS) dan Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyakarat (LP3M) UMY, untuk menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Activating Democracy, Political Participation And The fate Of Regime Change In Russia And Indonesia”.
Bersama Prof. Tulus Warsito dan Bambang Sunaryo, M.Si –pakar politik UMY-, Danielle Lussier, Ph. D, seorang asisten profesor kajian politik Grinnell College, Iowa, Amerika Serikat, juga sedianya akan menjadi pembicara pada kuliah umum yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Januari 2014, di gedung AR. Fachruddin A, lantai 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Topik seminar yang relevan dengan perkembangan politik internasional ini diyakini akan semakin mengasah intelektualitas civitas akademika HI UMY pada khususnya, dalam menganalisa setiap isu-isu hubungan internasional yang sedang berkembang. (diah)