Mahasiswa Banyak Terjebak dalam Pusaran Teori

February 27, 2013, oleh: Editor

Dalam penyusunan skripsi kebanyakan mahasiswa mengalami permasalahan untuk mencocokkan teori dengan permasalahan yang diangkat. Apabila  terjadi maka mahasiswa ini telah terjebak dalam pusaran teori. Contohnya, dari 4 teori yang dianggap cocok, hanya 2-3 diantaranya yang  digunakan dalam menganalisis, ini berarti teori yang  dipilih tidak sejalan dengan pengaplikasiannya. Padahal aplikasi teori inilah yang akan menghasilkan sebuah hipotesis.
Demikian disampaikan Dr. Sidik Jatmika, S.IP., M.Si. pada kegiatan Seminar Menulis Skripsi (SMS) “Diawali dengan MATAF, Diakhiri dengan Skripsi” di Ruang Simulasi Sidang HI UMY, Sabtu (26/02). Kegiatan ini diprakarsai oleh Divisi Penelitian Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UMY, dan jurusan Hubungan Internasional (HI) UMY. Dalam kegiatan ini Muhammad Faris Al-Fadhat, S.IP., M.A. turut menjadi pembicara.
Menurut Sidik untuk menuju aplikasi teori, hal yang wajib untuk diperhatikan adalah landasan teori yang berupa konsep (deskripsi), dan teori yang memiliki unsur sebab akibat.
“Jadi sebelum menerapkan teori dalam realitas subjek dan objek skripsi, dibutuhkan landasan teoretik yang telah ditinjau secukupnya. Ringkasan hasil terapan inilah yang akan menghasilkan hipotesa,” paparnya.
Dalam pengalamannya membimbing skripsi mahasiswa S1 hingga S3, Sidik masih menemukan permasalahan lain yakni pada runtutan metodologi. Masih banyak juga mahasiswa yang belum mengerti tentang metodologi penelitian sehingga ketika melakukan penelitian mereka mengalami kebuntuan.
“Metodologi penelitian seperti yang kita pahami terdiri atas empat yakni cara mencari/mengumpulkan data, cara menyeleksi dan mengklasifikasi data, dan cara menganalisis data. Ketiga hal ini perlu diperhatikan sebagai panduan dalam meneliti,” jelasnya.
Salah satu peserta, Siti Khadijah Tinni membenarkan pernyataan Dr. Sidik Jatmika tentang pusaran teori yang banyak menjebak mahasiswa. Karena menurutnya apa yang diterangkan merupakan dinamika yang sangat jelas sering terjadi pada mahasiswa.
“Pemahaman teori yang minim, dan pertukaran paham antara teori dan konsep merupakan akar permasalahan yang menyebabkan mahasiswa seringkali terjebak dalam pusaran teori. Tidak hanya itu, terkadang mahasiswa menggunakan teori yang kurang relevan dan tidak tepat dengan penelitiannya, sehingga sulit untuk menemukan titik temu dan penyelesaian,” ungkap mahasiswa HI UMY angkatan 2010 ini.
Ditemui seusai kegiatan, Ketua Divisi Penelitian KOMAHI UMY Rara Gusnita Putri mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa HI UMY untuk mempersiapkan penulisan skripsi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. Kedepannya kami akan mengadakan 2 kali lagi kegiatan serupa untuk mengakomodasi peserta yang belum sempat mengikutinya. Semoga ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini dapat diaplikasikan dalam proses penulisan skripsinya,” ungkapnya. (Fikar)