Mengenal Lebih Dalam Hubungan Indonesia dan Turki

February 3, 2019, oleh: Editor


Baru-baru ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta khusunya Prodi HI UMY mendapatkan kabar gembira atas terpilihnya Lalu Muhammad Iqbal sebagai Duta Besar Indonesia di Turki. Beliau adalah satu satu alumnus HI UMY yang berhasil membawa nama baik jurusan dan kampusnya dikancah nasional dan internasional. Oleh karena itu, banyak dari mahasiswa HI UMY yang menjadi tertarik terhadap hubungan Indonesia dan Turki. Sehingga admin akan membahas sedikit tentang dinamika kedua negara tersebut.
Dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, Turki memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pengakuan diplomatik pada tanggal 29 Desember 1949. Selain itu, kedua negara ini sudah melakukan hubungan bilateral sejak tahun 1950. Dalam perkembangannya, Hubungan kedua negara terjalin dengan baik, ditandai oleh saling kunjung dan pertemuan antar Presiden dan Pejabat tinggi kedua Negara. Ditambah lagi, keduanya juga pernah melaksanakan 3 kali pertemuan Forum Konsultasi Bilateral pada tingkat pejabat eselon I untuk membahas kerjasama bilateral serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
Saat periode pemerintahan SBY, tepatnya pada  tanggal 28 Juni – 1 Juli 2010, Presiden Indonesia telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki atas undangan Presiden Turki. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan kerjasama dalam 8 bidang seperti; bidang Industri Pertahanan, Tenaga Kerja, Industri Kecil dan Menengah, Pertukaran Budaya, Pertukaran Program dan Berita, Kerjasama Teknik, dan Kerjasama Penanaman Modal.
Sebagai balasannya, pada tanggal 4 – 6 April 2011 Presiden Turki, Abdullah Gül juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kunjungan tersebut membahas 3 persetujuan, seperti; Persetujuan Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik Diplomatik dan Dinas RI – Turki, Persetujuan mengenai Konsultasi Bilateral dan Persetujuan Kerjasama Pengelolaan Bencana Alam.
Referensi: www.kemlu.go.id