Shodaqoh Sampah, Solusi Untuk Permasalahan Isu Lingkungan

February 17, 2019, oleh: Editor


Di era milenial ini, isu lingkungan dan perubahan iklim merupakan salah satu isu penting yang banyak sekali dibahas di level nasional dan internasional. Terkhususnya, isu lingkungan dan perbahan iklm ini sering dikaitkan dengan naiknya jumlah sampah plastik didunia. Untuk menanggulangi masalah ini, masyarakat dunia berlomba-lomba untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik.
Termotivasi dari masalah tersebut KKN 70 UMY yang berada di Dusun Gerso, Desa Trimurti, Kecamatan Serandaan, Kabupaten Bantul, DIY didampingi oleh Dr. Nanik  Prasetyoningsih sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Arie Kusuma Paksi, PhD sebagai Ketua Program berencana membuat program “Shodaqoh Sampah”. Program Shodaqoh sampah ini adalah program yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga dengan cara menyedekahkan sampah yang bisa didaur ulang yang ada dirumah tangga kepada pihak pengelola. Setelah itu, sampah akan diuangkan menjadi kas untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
Untuk mendukung program KKN ini, kelompok KKN 70 mengadakan kunjungan ke Shodaqoh Sampah yang berada di Wilayah Brajan Tamantirto. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 17 Februari 2019 bertempat di Masjid Al-Muharram Brajan. Kunjungan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Brajan, Pengurus Shodaqoh Sampah, Kelompok KKN 70, Serta Warga Dusun Gerso. Adapun kegiatan kunjungan ini terdiri dari penjelasan singkat tentang sejarah Shodaqoh Sampah di Brajan dan pelatihan pengelolaan Shodaqoh Sampah.
Menurut La Ode Idul Fikri Al Akio selaku ketua KKN 70, alasan menerapkan program Shodaqoh Sampah ini karena sesuai dengan Tema Kelompok KKNnya yakni “Optimalisasi Kesehatan Lingkungan”. Selain itu, La Ode beranggapan bahwa lingkungan tempat KKNnya berada sangatlah cocok untuk menerapkan program ini, mengingat sampah merupakan permasalahan yang cukup penting disana. Selain agenda kunjungan ini, kelompok KKN 70 yang berjumlah 9 orang ini juga telah melaksanankan beberapa program penunjang seperti Workshop dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Kreatif, Pemahaman Nilai-nilai Kebersihan Lingkungan, serta Penyuluhan Ekonomi Sampah.
Disisi lain, Dita Setiawan selaku pengurus Shodaqoh Sampah Brajan mengungkapkan kendala yang kerap dialaminya adalah keterbatasan kendaraan untuk mengangkut sampahnya serta kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar yang memiliki waktu yang sama dengan jadwal pemilahan sampahnya, sehingga pengurus harus membagi waktu untuk kegiatan masyarakat dan Shodaqoh Sampah. Dita berharap, program Shodaqoh Sampah yang ada di Brajan ini menjadi lebih maju, bisa meningkatkan nama baik kampungnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan sampah. Selain itu, Nurrahmad Hidayat selaku Sekretaris Shodaqoh Sampah mengajak kalangan muda khususnya Remaja Masjid untuk mulai berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang ada di lingkungan sekitar.
Arie Kusuma Paksi selaku Ketua Program sekaligus Dosen HI UMY ini berharap program Shodaqoh Sampah ini  bisa dikembangkan ditempat lain. Selain itu, peran dosen dan mahasiswa sangat penting untuk memfasilitasi program-program seperti ini dimasyarakat. UMY sendiri bisa menjadi aktor penting dalam menyelesaikan isu-isu lingkungan yang ada.