Simulasi Sidang Diplomasi, Langkah Awal Berpartisipasi di MUN
Simulasi sidang diplomasi yang direncanakan berlangsung selama empat sesi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa terkait teknik praktis bernegosiasi di meja perundingan setelah mengikuti perkuliahan diplomasi di kelas selama satu semester. Kegiatan ini juga berpotensi untuk memicu mahasiswa menjejakkan langkah yang lebih jauh untuk berpartisipasi pada acara Model United Nation (MUN) yang diselenggarakan lokal, nasional, maupun internasional.
Hal tersebut diungkapkan Dias (Pimpinan Sidang) Simulasi Sidang Diplomasi Omi Ongge, S.IP. saat ditemui Rabu siang (9/1) sebelum memimpin sidang sesi kedua bertajuk “Small Islands Development State on Environtmental Issues” di Ruang Sidang Ar-Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Omi memaparkan dua poin penting yang merupakan capaian dari pelaksanaan kegiatan simulasi sidang ini.
“Pada dasarnya sidang ini menekankan pada dua aspek penting kepada mahasiswa antara lain kemampuan untuk menyampaikan argumen dalam bentuk motions, serta mendapatkan gambaran nyata dan praktis dari sebuah negosiasi di meja perundingan,” paparnya.
Best Position Paper Simulasi sidang sesi pertama Jasmine Alvinia Savitri menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sekelompok orang mahasiswa yang berkontribusi dalam upaya pemecahan masalah terkait isu global.
“Walaupun pada kenyataannya masalah ini belum juga terselesaikan, tetapi dalam simulasi sidang ini setidaknya kami menghasilkan sebuah keputusan mufakat serta memiliki itikad untuk menyelesaikan masalah dengan jalan kompromi dalam bingkai negosiasi,” tambahnya. (Fikar)