Stadium Generale PNMHII ke-32 tentang Development Gap dan Respon ASEAN oleh Ketua AIHII

November 3, 2020, oleh: Editor


Dalam studi hubungan internasional, permasalahan-permasalahan dunia tentu menjadi pembahasan yang menarik untuk dikaji agar dapat menghasilkan perhatian khusus dan sikap yang tepat dalam mengambil tindakan. Permasalahan dunia ini meluas hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Masih banyaknya kesenjangan ekonomi hingga krisis kemanusiaan seperti yang terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar, tentu tak lepas dari tanggungjawab ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara. Pembahasan inilah yang menjadi topik utama pada Stadium Generale PNMHII ke-32 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang disampaikan oleh Bapak Dr. Yusran selaku Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII).
Pada kesempatan ini, Dr. Yusran menjelaskan beberapa poin terkait problematika development gap di kawasan negara-negara ASEAN, seperti respon dan tanggungjawab ASEAN terhadap dinamika persoalan global melalui “ASEAN Community 2015”, yang kemudian terbagi kedalam 3 bidang; keamanan, ekonomi dan sosio-kultural. Dengan terbentuknya “ASEAN Community 2015”, ASEAN diharapkan mampu mengambil sikap yang tepat terhadap konflik yang terjadi, dalam hal ini termasuk permasalahan pandemi Covid-19. Selain itu, ASEAN juga membentuk Roadmap for Monetary and Financial Integration of ASEAN (RIA-Fin) yang bertujuan untuk membangun perekonomian negara-negara anggota ASEAN sebagai salah satu langkah antisipatif ASEAN dalam bidang ekonomi.
Setelah pemaparan materi selesai, sesi tanya jawab berlangsung dan menghasilkan beberapa pertanyaan. Beberapa penanya seperti Iqbal Maulana dari Universitas Brawijaya menanyakan tentang komunikasi politik yang dilakukan oleh ASEAN kepada masyarakat dan tidak terbatas hanya sampai pada level pemerintahan. Dr. Yusran kemudian menyetujui bahwa ASEAN lebih banyak terlibat hanya pada level elit politik sehingga masih banyak informasi terkait ASEAN yang kurang tersampaikan pada level masyarakat. Dr. Yusran kemudian menambahkan bahwa hal ini masih menjadi tantangan besar di kawasan ASEAN dan dibutuhkan langkah penanganan yang tepat. (amf)