Tidak Ada Dampak Signifikan terhadap Vatikan
Jika dilihat dari sudut pandang mahasiswa Hubungan Internasional, mundurnya Paus Benediktus XVI tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap jalannya sistem pemerintahan dan hubungan Vatikan dengan negara lainnya.
Pernyataan ini merupakan kesimpulan dari International Relations Forum Discussion (IRFD) yang mengangkat topik “Vatikan sebagai Aktor Hubungan Internasional dan Implikasi Pasca Mundurnya Paus Benediktus XVI” yang diselenggarakan oleh Divisi Pengembangan Wacana Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UMY di Ruang Simulasi Sidang HI UMY, Jumat (01/03).
Sebagai narasumber dan pemantik diskusi Fahrizal Basanto Ramadhan dan Chuzainur Rahman Oktaviani, keduanya merupakan mahasiswa HI UMY angkatan 2009.
Walaupun letak geografis Vatikan yang berada di dalam Kota Roma, Italia yang sering disebut ‘negara di dalam negara’. Namun Vatikan mempunyai kuasa penuh untuk mengatur kebijakan luar negerinya sendiri.
“Vatikan sebagai sebuah negara mampu untuk mengatur kebijakan luar negerinya. Walaupun kita tahu bahwa negara ini seringkali disebut sebagai ‘negara di dalam negara’, namun hal ini tentunya mempunyai sisi sejarahnya,” ungkap Chuzainur menjelaskan latar belakang Vatikan.
Dikarenakan kekuasaannya dalam mengatur hubungan luar negeri Vatikan hingga kini telah memiliki 183 hubungan diplomatik dengan negara-negara di dunia.
“Ada 183 negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Vatikan, hal ini menunjukkan bahwa Vatikan mempunyai kerjasama luar negeri yang tersistematis. Fakta menarik dari hubungan diplomatik ini, yakni personil Kedutaan terbanyak yang ditempatkan di Vatikan justru Republik Iran, dan ini menarik untuk dikaji,” papar Fahrizal mengungkapkan keunikan Vatikan.
Pasca mundurnya Paus Benediktus XVI hubungan diplomatik Vatikan dengan berbagai negara mungkin tidak banyak terpengaruh, namun ada beberapa negara yang memiliki ikatan kuat dikarenakan hubungan keagamaan dengan Vatikan akan sedikit terguncang seperti Italia maupun Perancis.
“Secara hubungan antar-negara Vatikan jelas tidak akan terlalu berpengaruh, karena kerjasama yang selama ini dilakukan berlangsung antar-negara, bukan negara-individu (dalam hal ini Paus yang menjabat)”, jelas Ahmad Muhammad salah satu peserta diskusi menanggapi. (Fikar)