Tingkatkan Kesiapan Lulusan, KEMENLU Ajak Mahasiswa HI Lebih Aware di Era Disrupsi
Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) menyelenggarakan Diplomatic Course bagi mahasiswa semester 5 di Ballroom Hotel Tentrem, pada Selasa (25/11). Kegiatan ini dihadiri Khasan Ashari, S.IP., M.Dipl., MIA., Kepala Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Luar negeri RI sebagai Narasumber.
Dalam materi yang disampaikan, Khasan menekankan bahwa disrupsi teknologi dan dinamika global kini menuntut para diplomat untuk lebih adaptif terhadap perkembangan. Sebagai calon diplomat muda, mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan pola baru dalam berdiplomasi. Banyak faktor yang mengarah pada perubahan tersebut, mulai dari perkembangan teknologi, distrupsi dengan isu internasional, hingga adaptasi strategi baru yang lebih modern.
Perubahan tersebut menuntut para diplomasi untuk melakukan transformasi dalam prakteknya secara fundamental. Dinamika ini menuntut para aktor yang terlibat dapat melakukan negosiasi secara lebih kolaboratif dan adaptif dalam merespon situasi global kini.
“Negara bukan satu-satunya pengendali agenda,” ujar Khasan saat menjelaskan bagaimana perkembangan diplomasi di era distrupsi saat ini.
Khasan juga menembahkan bahwa teknologi menjadi salah satu element penting yang membentuk cara kerja diplomasi saat ini, salah satunya melalui hybrid diplomacy. Proses ini memungkinkan diplomasi dapat dilakukan secara tatap muka, namun juga dilengkapi dengan mekanisme digital yang memungkinkan jangkauan publik yang lebih luas
Seiring berkembangnya era disrupsi, Khasan menegaskan bahwa diplomasi akan tetap relevan apabila para diplomat mampu bertransformasi dan memberikan dampak yang nyata. Ia menambahkan bahwa kemampuan membangun relasi melalui pendekatan partnership literate menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki diplomat masa kini. Kompetensi tersebut menjadi landasan bagi diplomat untuk menjalankan peran mereka di tengah era distrupsi saat ini.
Seiring berkembangnya era disrupsi, kesiapan dan peluang bagi lulusan HI akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam beradaptasi. Perlunya adaptasi dan kemampuan analisis yang mendalam menjadi faktor utama dalam meningkatkan skill lulusan HI yang akan terjun ke dalam dunia diplomatik nantinya.
Penulis : Surya Kukuh
Berita terkini
- HI UMY Gelar Yudisium Periode IV 2025/2026, 26 Mahasiswa Dinyatakan Lulus
- Peraih IPK Tertinggi Yudisium HI UMY Sampaikan Pesan Reflektif tentang Perjalanan Pendidikan
- Dubes Bangladesh untuk Indonesia Kupas Dinamika Hubungan Kedua Negara dalam Guest Lecture
- Pusat Studi Keamanan Internasional UMY Gelar Guest Lecture Bahas Transformasi Singapura Menuju Global
- Adakan Kunjungan ke UMY, Kementerian Luar Negeri RI Bahas Pentingnya Keprotokolan untuk Mendukung Diplomasi