Peraih IPK Tertinggi Yudisium HI UMY Sampaikan Pesan Reflektif tentang Perjalanan Pendidikan

March 14, 2026, oleh: Admin HI

Yogyakarta, 12 Maret 2026 — Momentum Yudisium Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Periode IV Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di Ruang Simulasi Sidang ASEAN HI UMY pada Kamis (12/3/2026) turut diisi dengan penyampaian sepatah dua kata dari mahasiswa peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, Muhammad Naufal Rasyid Ali.

Dalam penyampaiannya, Naufal mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan sehingga para mahasiswa dapat menyelesaikan studi dan mencapai tahap yudisium. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan Program Studi Hubungan Internasional UMY yang telah memberikan bimbingan, pengetahuan, serta pengalaman selama masa perkuliahan.

Mengutip sejarawan Amerika Henry Adams, Naufal menekankan bahwa pengaruh seorang guru tidak pernah berhenti pada satu generasi, “A teacher affects eternity, he can never tell where his influence stops”. Menurutnya, peran dosen tidak hanya membentuk kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai, sikap, dan cara berpikir yang akan terus memengaruhi perjalanan hidup para lulusan.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa serta dukungan sepanjang proses pendidikan. Ia menegaskan bahwa pencapaian akademik yang diraih para mahasiswa tidak terlepas dari peran dan pengorbanan keluarga.

Sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi pada periode tersebut, Naufal mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Namun ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar angka akademik, melainkan bagian dari proses panjang pembelajaran yang memberikan bekal berharga untuk menghadapi tahap kehidupan selanjutnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa agar terus menjaga semangat dalam mengembangkan diri dan memanfaatkan pengalaman selama masa studi sebagai modal untuk berkontribusi di masa depan. Menurutnya, setiap pencapaian yang diraih selama perkuliahan seharusnya menjadi pengingat atas proses panjang yang telah dilalui sekaligus motivasi untuk melangkah lebih jauh.

Menutup penyampaiannya, Naufal mengutip pemikiran filsuf pendidikan John Dewey bahwa “Education is not preparation for life, education is life it self”, pendidikan bukan sekadar persiapan untuk kehidupan, tetapi merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri. Melalui pesan tersebut, ia mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan menjaga semangat dalam menghadapi perjalanan setelah menyelesaikan studi di Program Studi Hubungan Internasional UMY.

Oleh: Muhammad Al-Fatih (MAF)