Mahasiswa HI UMY Torehkan Prestasi pada POSPIM 2013 di Malaysia
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) kembali menorehkan prestasi pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (POSPIM) 2013 di Malaysia. Mereka yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasiswa program pertukaran pelajar (student exchange) di Universiti Utara Malaysia. Kabar ini disampaikan oleh Muhammad Imam Bukhori, salah satu mahasiswa HI UMY yang mengikuti
Indonesia Tidak Boleh Tunduk Pada Rezim Neo-Liberal
Alasan saya menulis buku ini adalah, wujud dari kegelisahan dari tunduknya negara kita Indonesia pada rezim Neo-Liberal. Selain itu tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pendisiplinan politik, pendisiplinan ekonomi dan menyusun suatu formulasi atau tatanan negara lebih baik lagi. Sehingga kondisi politik ataupun ekonomi di Indonesia diharapkan dapat semakin baik dan menjadikan rakyatnya sejahtera. Hal
Mahasiswa HI UMY Kembangkan Jaringan Internasional lewat Forum Pemuda
2nd Indonesia Youth Forum merupakan ajang bergengsi untuk mengembangkan relasi dan jaringan dengan pemuda-pemuda terbaik Indonesia, maupun mancanegara. Terhitung 250 pemuda terpilih dan 1000 undangan dari berbagai kalangan pemuda berkumpul di Bandung untuk berpartisipasi. Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Demikian disampaikan Suleman, salah satu mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
HI UMY dan HI UUM, Malaysia Intensifkan Pembahasan Double Degree
Program double degree yang kini sedang dalam proses pengurusan di tingkat Senat Universitas UMY dan UUM memiliki prospek yang bagus kedepannya. Pertimbangan ini didasarkan pada beberapa aspek seperti biaya yang relatif terjangkau, serta perbedaan budaya dan lingkungan yang tidak terlalu mencolok sehingga mahasiswa lebih mudah beradaptasi. Adapun hubungan yang erat antara UMY dan UUM telah
[29/05/2013] Diskusi Buku Negara, Pasar, dan Labirin Demokrasi
Laboratorium Hubungan Internasional UMY mempersembahkan sebuah Diskusi Buku bertajuk: Negara, Pasar, dan Labirin Demokrasi Rabu, 29 Mei 2013 | 09.00-12.00 WIB Ruang Simulasi Sidang Hubungan Internasional UMY Pembicara: Dr. Zuly Qodir Sosiolog dan Penulis, Dosen FISIPOL UMY Winner Agung Pribadi, M.A. Pengamat Ekonomi Politik, Dosen HI UMY Ade Marup Wirasenajaya, S.IP.,M.A. Penulis Buku Moderator: M.
Posisi Strategis Indonesia-Malaysia-Singapura di ASEAN
Jika tiga negara yang letaknya sangat strategis sadar akan kekuatannya, maka negara tersebut akan mengusai politik dan perekonomian. Apa saja dari tiga negara tersebut? Itulah negara yang berada di kawasan Asia, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura. Tiga negara ini sebenarnya bisa mengguncang politik dan perekonomian dunia. Tiga negara ini juga negara yang mempunyai posisi yang
Kantor OPM di Inggris: Hubungan Bilateral Indonesia-Inggris Terancam?
Hubungan bilateral merupakan hubungan kerjasama antara dua negara, baik itu kerjasama masalah politik, ekonomi, keamanan, kesehatan dan lainnya. Selama ini hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris terjalin cukup baik, selain itu Presiden Indonesia juga mendapat gelar kehormatan dari Ratu Inggris saat berkunjung ke negeri raja tersebut. Multi National Corporations (perusahaan internasional) asal Inggris pun cukup
HI UMY Siap Jalankan Kebijakan Jurnal Mahasiswa DIKTI
Mengingat pentingnya suatu penulisan, ditambah lagi tulisan merupakan bagian dari perkembangan suatu perabadan. Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) akan rutin menyelenggarakan kegiatan Academic Writing untuk mahasiswa HI di tahun-tahun mendatang. Sedangkan untuk tahun ini diadakan pada tanggal 13-17 Mei 2013, diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2012. Ketua Jurusan HI UMY Dr. Ali muhammad
Akankah Inggris keluar dari Uni Eropa?
Di awal tahun 2013 telah beredar isu bahwa Inggris akan mengadakan referendum tentang keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Dalam survey yang dilakukan oleh lembaga survey ICM menunjukkan, 51% masyarakat Inggris ingin keluar dari Uni Eropa, sedangkan yang ingin tetap bergabung hanya 41%. Anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif Douglas Carswell sebagaimana dikutip Reuters mengatakan, Masyarakat